Pada tahun 2023, saya dan tiga teman saya , yaitu Fikri (Ketua), Faranita (Teknisi), dan Azmi (Sekretaris), bersama-sama mengikuti program Kreativitas Mahasiswa yang diadakan oleh Kemendikbud. Awalnya, kami memiliki ide untuk membuat mesin pemecah telur, namun kendala menemukan mitra yang tepat membuat kami mengubah rencana tersebut. Kami berkeliling ke daerah Universitas Negeri Semarang dan akhirnya bertemu dengan Pabrik Tempe Dampyak yang memiliki banyak permasalahan dalam proses produksinya, salah satunya adalah proses pencampuran ragi dengan kedelai yang masih menggunakan cara tradisional.
Kami bersepakat untuk menangani permasalahan di Pabrik Tempe Dampyak ini. Tim kami mulai merancang dan mendesain mesin yang akan kami implementasikan pada mitra kami. Proposal kami disusun dengan taliti dua minggu sebelum tanggal deadline, dan kami sering berkonsultasi dengan dosen pembimbing kami, yaitu Pak Sahid. Dan banyak sekali masukan yang beliau berikan.
Ketika pengumuman pendanaan PKM keluar, tim kami berhasil lolos pendanaan dan kami pun memulai pelaksanaan projek ini. Meskipun hanya ada satu anggota tim dari jurusan teknik mesin, kami berhasil mengatasi segala hambatan dengan baik. Proses pelaksanaan proyek ini memerlukan banyak usaha dan waktu.
Akhirnya, mesin yang kami rancang berhasil diselesaikan dan kami menyerahkannya kepada Bapak Abdur Rauf, pemilik Pabrik Tempe Dampyak. Saat penyerahan, kami bertemu dengan seorang penjual tape ketan yang luar biasa dan membantu kami dalam dokumentasi proses penyerahan. Sebagai tanda terima kasih, kami membeli tape ketan dari beliau.
Tampilan website kampus
Projek ini berjalan dengan baik, dan sekarang kami tinggal menunggu untuk melakukan presentasi laporan akhir. Foto kami bahkan masuk ke website kampus kami. Meskipun sedikit malu, kami juga merasa bangga dengan pencapaian ini. Pengalaman dalam tim PKM ini mengajarkan kami banyak suka dan duka yang tak terlupakan.
0 Komentar